Palopo – Pemerintah Kabupaten Luwu memilih cara religius untuk menutup tahun 2025.
Sebuah kegiatan dzikir akhir tahun yang dirangkaikan dengan refleksi capaian program pemerintah digelar pada malam pergantian tahun di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, pada Rabu (31/12/2025).
Agenda ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat di tahun mendatang.
Acara diawali dengan lantunan dzikir yang khidmat, dipandu oleh Majelis Dzikir Kabupaten Luwu binaan Hafisah Saleh.
Suasana semakin sejuk dengan ceramah agama dan doa bersama yang dipimpin oleh Roni HB, Penghulu KUA Kecamatan Lamasi Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu, Patahudding, mengungkapkan bahwa masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Luwu kini telah berjalan selama lebih dari sepuluh bulan.
“Untuk hari ini tepat 10 bulan 10 hari kami menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Luwu. Kami mengajak seluruh jajaran perangkat daerah untuk terus berupaya dan berkomitmen melaksanakan tanggung jawab yang telah diamanahkan,” tegas Patahudding.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Patahudding memaparkan sejumlah terobosan dan capaian program selama tahun 2025.
Di sektor pelayanan publik, Pemkab Luwu sukses mendekatkan layanan kepada masyarakat di wilayah Walenrang Lamasi (Walmas) dengan meningkatkan fungsi Mall Pelayanan Publik.
“Masyarakat Walmas tidak perlu lagi jauh-jauh ke Belopa untuk pengurusan administrasi. Khusus masyarakat Kecamatan Walenrang Barat, layanan administrasi kependudukan kini bahkan dapat diakses langsung di kantor camat,” jelasnya.
Di bidang kesehatan, Luwu telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Kebijakan ini memungkinkan warga mendapatkan layanan kesehatan gratis hanya dengan bermodalkan E-KTP.
Sektor pendidikan dan infrastruktur juga tak luput dari perhatian.
Pemkab Luwu telah meluncurkan program seragam gratis plus bagi siswa baru jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
Selain itu, tersedia layanan internet gratis di area publik, penyediaan jaringan di wilayah blankspot, serta pengadaan excavator amfibi untuk penanganan cepat banjir dan longsor.
Uniknya, meski Pemkab Luwu membebaskan pajak bagi masyarakat miskin ekstrem, veteran, dan mantan kepala daerah (satu persil), realisasi pajak daerah justru mengalami peningkatan signifikan.
Refleksi akhir tahun ini juga mencatat deretan prestasi gemilang Kabupaten Luwu sepanjang 2025.
Di tingkat nasional, Luwu meraih Swasti Saba Wistara, penghargaan tertinggi di bidang Kota Sehat, serta dinobatkan sebagai TP2DD Kabupaten Terbaik II se-Sulawesi oleh Kemenko Perekonomian.
Secara regional, Luwu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 kalinya dari BPK RI Perwakilan Sulsel.
Prestasi lainnya termasuk memborong enam penghargaan pada CHAPTER 2025, ASN Digital Award Bank Indonesia Sulsel, hingga dinobatkan sebagai Juara Umum QRIS Champion of The Year 2025.
Selain itu, Bupati dan Ketua Tim Penggerak PKK juga diganjar penghargaan atas komitmen Program Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN.
Di sektor investasi, Luwu meraih predikat Proyek Terbaik III pada ajang South Sulawesi Investment Challenge melalui Proyek Industri Pengolahan Rumput Laut Terpadu.
Melalui dzikir dan refleksi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap seluruh program yang telah berjalan baik dapat ditingkatkan pada tahun 2026 demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih optimal dan merata.






