Nasional – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kesiapan penuh untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam skala masif pada awal tahun ini.

Setelah melalui fase persiapan infrastruktur yang intensif sepanjang tahun lalu, program strategis ini akan memasuki babak implementasi vital pada pekan depan.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil membangun infrastruktur pelayanan yang sangat signifikan.

Hal ini disampaikan Dadan dalam keterangan resminya pada Jumat (2/1/2026).

Menurut Dadan, tahun 2025 didedikasikan sepenuhnya sebagai tahun pembangunan fondasi.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan lonjakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Jika pada tahap awal hanya terdapat 190 unit, kini jumlahnya telah berkembang pesat menjadi 19.188 SPPG yang siap beroperasi.

“Tahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun, ini menunjukkan kerja masif dan terukur dalam menyiapkan layanan MBG,” jelas Dadan, seperti dikutip dari Liputan6.

Dengan kesiapan infrastruktur tersebut, BGN menetapkan tanggal 8 Januari 2026 sebagai momentum dimulainya fase operasi penuh.

Pada tanggal tersebut, ke-19.188 SPPG akan beroperasi secara serentak di berbagai pelosok tanah air.

Langkah ini diproyeksikan mampu melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat sejak hari pertama pelaksanaan.

Dadan menambahkan, skala layanan yang besar di awal tahun 2026 ini membuka peluang untuk tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga peningkatan kualitas.

“Mulai 8 Januari 2026, MBG langsung melayani lebih dari 55 juta penerima manfaat. Pada tahun 2026, MBG tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan SPPG,” paparnya.

Lebih jauh, Dadan menekankan bahwa aspek edukasi akan menjadi pilar penting di tahun 2026. Pemerintah ingin memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang mumpuni dalam memilih asupan pangan.

Strategi ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang pemerintah untuk membentuk pola konsumsi sehat sejak dini, dengan target akhir menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di masa depan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *