Internasional – Sejarah baru terukir di kota metropolitan New York tepat pada detik-detik awal tahun 2026.
Zohran Mamdani, seorang imigran asal Uganda dan politisi progresif dari Partai Demokrat, resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City ke-112.
Pelantikannya menandai tonggak sejarah penting karena ia menjadi muslim pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat tersebut.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung dalam suasana yang tidak biasa namun sarat makna, yakni pada Kamis dini hari (1/1/2026) waktu setempat.
Mamdani memilih lokasi pelantikan di sebuah stasiun kereta bawah tanah (subway) bersejarah yang telah lama tidak beroperasi di bawah Balai Kota (City Hall) Manhattan.
Stasiun yang dibuka pada tahun 1904 dan ditutup sejak 1945 ini, dengan arsitektur langit-langit lengkung berubin dan lampu gantung kuningan, menjadi saksi bisu saat Mamdani meletakkan tangannya di atas Al-Qur’an yang dipegang oleh sang istri, Rama Duwaji.
Sumpah jabatannya dipandu langsung oleh Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James, sosok yang disebut Mamdani sebagai inspirasi politiknya.
“Ini benar-benar suatu kehormatan dan hak istimewa seumur hidup,” ujar Mamdani dengan penuh haru di hadapan para hadirin terbatas usai mengucapkan sumpah, seperti dikutip dari CNN.
Pemilihan lokasi di stasiun bawah tanah yang terbengkalai bukan tanpa alasan.
Mamdani menegaskan bahwa tempat tersebut adalah monumen fisik bagi kota yang berani membangun hal-hal besar untuk mengubah kehidupan kaum pekerja.
“Saya kembali berdiri di stasiun kereta bawah tanah lama City Hallm sebuah penegasan akan pentingnya transportasi publik bagi vitalitas, kesehatan, dan warisan kota kita,” jelas politisi berusia 34 tahun tersebut.
Jaksa Agung Letitia James turut memuji pilihan lokasi ini.
“Zohran adalah wali kota kita berikutnya karena dia memahami betapa pentingnya warga New York yang hidup berdampingan… tak peduli jalur kereta bawah tanah mana yang Anda gunakan,” tuturnya.
Kemenangan Mamdani sebelumnya sempat mengejutkan panggung politik AS.
Mantan anggota dewan negara bagian dari Queens ini berhasil memikat hati pemilih dengan kampanye yang berfokus pada isu keterjangkauan hidup (affordability).
Visi utamanya mencakup pembekuan biaya sewa untuk sekitar dua juta penyewa apartemen, penciptaan program penitipan anak universal, serta penyediaan layanan bus kota yang cepat dan gratis.
Program-program ini dinilai sebagai solusi konkret atas masalah biaya hidup yang kian mencekik warga New York.
Setelah upacara pelantikan dini hari yang khidmat, rangkaian acara akan berlanjut pada Kamis siang.
Sebuah pelantikan seremonial yang lebih besar dijadwalkan digelar di tangga luar Balai Kota, yang rencananya akan dihadiri oleh Senator progresif Vermont, Bernie Sanders.
Perayaan ini diprediksi akan menyedot perhatian publik dengan estimasi 4.000 tamu undangan.
Acara kemudian akan ditutup dengan pesta rakyat (block party) di sepanjang jalan Broadway, merayakan era baru kepemimpinan kota yang dijuluki The Big Apple tersebut.






