Inggris dan Ghana berbagi angka setelah bermain imbang tanpa gol di FIFA World Cup 2026. Simak ulasan jalannya pertandingan sengit di Grup L berikut ini.

Olahraga – Ketangguhan barisan pertahanan wakil benua Afrika benar-benar menjadi ujian terberat bagi skuad Three Lions.

Tim nasional Inggris dipaksa harus puas berbagi satu angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana dalam laga lanjutan babak penyisihan Grup L ajang FIFA World Cup 2026.

Pertandingan bergengsi ini diwarnai oleh kebuntuan total lini serang skuad asuhan pelatih Inggris yang gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas di depan mulut gawang.

Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor unik mereka yang langganan mencatatkan skor kacamata di fase grup pada empat dari lima edisi turnamen global terakhir.

Duel krusial yang mempertaruhkan tiket lolos ke babak sistem gugur ini diselenggarakan di Stadion Boston pada Selasa (23/06/2026) sore waktu setempat.

Sepanjang paruh pertama jalannya pertandingan, intensitas jual beli serangan lebih banyak didominasi oleh duel fisik di lini tengah ketimbang kreativitas taktik yang membahayakan.

Upaya serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Jude Bellingham dan kawan-kawan selalu menemui jalan buntu akibat rapat dan disiplinnya tembok pertahanan Ghana.

Satu-satunya ancaman nyata dari Inggris di babak pertama hanya lahir melalui sundulan Declan Rice yang sayangnya masih melambung tipis di atas mistar gawang.

Solidnya lini belakang skuad Black Stars ini bahkan mendapatkan sorotan khusus dalam rilis resmi penyelenggara.

Mengutip langsung dari publikasi situs web resmi turnamen terkait hasil akhir pertandingan tersebut:

“Penampilan bertahan yang inspiratif memastikan Ghana meraih hasil imbang tanpa gol dengan Inggris di ajang FIFA World Cup 2026,” tulis rilis resmi FIFA.

Memasuki babak kedua, tempo permainan mulai mengalami peningkatan yang signifikan.

Penjaga gawang Ghana, Benjamin Asare, tampil gemilang bak tembok kokoh yang tak bisa ditembus.

Ia sukses menggagalkan sejumlah peluang emas secara beruntun dari para penyerang elit Eropa, mulai dari memblokir sundulan jarak dekat Elliot Anderson, menepis tembakan keras Anthony Gordon ke arah tengah, hingga mengamankan eksekusi mendatar mematikan dari sang ujung tombak andalan, Harry Kane.

Di sisi lain, kubu Ghana bukannya tanpa perlawanan yang membahayakan.

Lewat skema serangan balik yang sangat cepat, mereka nyaris menghukum pertahanan Inggris sekitar sepuluh menit menjelang waktu normal usai.

Pemain sayap Abdul Fatawu berhasil lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Jordan Pickford.

Beruntung bagi kubu Eropa, Ezri Konsa dengan sigap menyapu bola dari kaki Fatawu.

Ironisnya, bola muntah hasil tendangan kedua Fatawu justru membentur rekan setimnya sendiri, Antoine Semenyo, tepat di bibir garis gawang.

Memasuki menit ke-87, drama menegangkan kembali terjadi di area penalti Ghana.

Skema pergerakan bola yang apik dari Inggris diakhiri dengan umpan silang akurat Reece James yang disundul oleh Nico O’Reilly di tiang jauh.

Namun nahas, bola tersebut hanya membentur keras mistar gawang.

Bola liar yang jatuh tepat ke kaki Harry Kane gagal dikonversi menjadi gol kemenangan setelah tembakannya justru melambung jauh ke angkasa malam Boston.

Berkat hasil imbang kacamata ini, Inggris dan Ghana kini sama-sama mengantongi torehan empat poin dan duduk nyaman di dua posisi teratas klasemen sementara Grup L.

Kedua negara tersebut hanya membutuhkan tambahan minimal satu poin di laga pamungkas melawan Panama dan Kroasia untuk memastikan diri menyegel tiket menuju babak 32 besar.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *