Palopo – Suasana sukacita menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo bertepatan dengan perayaan Natal tahun ini.

Sebagai bentuk apresiasi negara, pihak Lapas menggelar upacara Penyerahan Remisi Khusus (RK) bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Khusus bagi Anak Binaan.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula Lapas Kelas IIA Palopo pada Kamis (25/12/2025), dimulai tepat pukul 08.00 WITA.

Sebanyak 44 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen dinyatakan memenuhi syarat, baik secara administratif maupun substantif, untuk menerima Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2025.

Pemberian remisi ini didasarkan pada penilaian atas perubahan sikap, perilaku positif, serta tingkat kepatuhan warga binaan selama menjalani masa pidana di dalam Lapas.

Prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) remisi dilakukan secara simbolis kepada dua orang perwakilan warga binaan. SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palopo, Jose Quelo.

Dalam kesempatan tersebut, Jose Quelo turut membacakan sambutan tertulis dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Dalam amanatnya, Menteri menegaskan bahwa pemberian remisi memiliki makna yang mendalam.

“Pemberian remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan motivasi, penghargaan, serta kesempatan bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan reintegrasi sosial yang lebih baik di tengah masyarakat,” kutip Jose Quelo saat membacakan sambutan.

Lebih lanjut, Kepala Lapas Kelas IIA Palopo menyampaikan harapannya agar remisi ini menjadi katalisator semangat bagi seluruh warga binaan.

Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menaati peraturan dan keaktifan mengikuti program pembinaan.

“Remisi ini adalah hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan, sekaligus menjadi dorongan moral agar mereka terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Jose Quelo menambahkan.

Acara penyerahan remisi berlangsung dengan tertib dan penuh nuansa kebersamaan, sejalan dengan semangat Natal yang membawa pesan damai, harapan, dan kasih bagi seluruh umat, tak terkecuali bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di balik jeruji besi.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *