Ragam – Mengawali tahun 2026, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, membawa kabar gembira bagi masyarakat dengan resmi memberlakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.

Kebijakan penurunan harga yang mulai efektif berlaku pada Kamis, 1 Januari 2026 ini mencakup berbagai jenis BBM mulai dari gasoline seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, hingga gasoil seperti Dexlite dan Pertamina Dex.

Langkah korporasi ini diambil sebagai bentuk implementasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mengharuskan adanya evaluasi harga berkala dengan mempertimbangkan tren penurunan harga minyak mentah dunia serta stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum,” mengutip pengumuman Pertamina, Rabu (31/12/2025) malam.

Penurunan harga kali ini terbilang cukup signifikan, khususnya jika merujuk pada harga di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Produk andalan Pertamina, Pertamax (RON 92), kini dibanderol seharga Rp 12.350 per liter, turun dari harga bulan Desember 2025 yang berada di angka Rp 12.750.

Koreksi harga juga terjadi pada varian Pertamax Turbo yang turun menjadi Rp 13.400 per liter, serta produk ramah lingkungan Pertamax Green 95 yang kini dijual Rp 13.150 per liter.

Penyesuaian paling drastis dirasakan oleh pengguna kendaraan diesel, di mana harga Dexlite anjlok dari Rp 14.700 menjadi Rp 13.500 per liter, sementara Pertamina Dex kini dipatok seharga Rp 13.600 per liter, turun jauh dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 15.000.

Kendati seluruh varian BBM nonsubsidi mengalami pemangkasan harga, pemerintah memutuskan untuk tidak mengubah harga BBM bersubsidi demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat luas.

Harga Pertalite tetap bertahan di angka Rp 10.000 per liter dan Biosolar (Solar Subsidi) tetap di harga Rp 6.800 per liter di seluruh Indonesia.

Perlu diketahui bahwa rincian harga baru BBM nonsubsidi ini memiliki sedikit variasi di 38 provinsi, mulai dari Aceh, Kalimantan, hingga Papua, yang besarnya disesuaikan dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *