Luwu – Ketenangan malam di Kota Belopa belakangan ini kerap terusik oleh raungan suara knalpot tidak standar (bogar) dan konvoi kelompok bermotor yang meresahkan.
Menyikapi banyaknya keluhan warga terkait fenomena ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Luwu mengambil langkah taktis dengan memperketat pengawasan dan penindakan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Luwu, AKP Sarifuddin, menegaskan bahwa pihaknya memberikan atensi khusus terhadap gangguan ketertiban ini.
Berdasarkan pemetaan di lapangan, para pelaku kebisingan jalanan ini mayoritas didominasi oleh kalangan remaja, khususnya Generasi Z yang masih berstatus pelajar.
“Dari data yang kami himpun saat penertiban, mayoritas pelanggar yang menggunakan knalpot bogar ini adalah pelajar tingkat SMA dan SMK. Sebagian besar dari mereka berasal dari wilayah Kecamatan Bajo dan Padang Sappa yang masuk ke Kota Belopa,” ungkap AKP Sarifuddin, pada Selasa (3/2/2026).
Menyadari bahwa akar masalah melibatkan kaum terpelajar, Satlantas Polres Luwu mengubah strategi pendekatannya.
Selain penindakan hukum di jalan raya, polisi kini gencar melakukan ‘jemput bola’ dengan mendatangi sekolah-sekolah.
Sosialisasi keselamatan berlalu lintas diintensifkan di berbagai SMA dan SMK untuk memutus rantai regenerasi anggota geng motor.
AKP Sarifuddin memperingatkan bahwa fenomena geng motor dan penggunaan knalpot bising ini bukan sekadar masalah pelanggaran lalu lintas biasa.
Jika dibiarkan, hal ini berpotensi menjadi pemicu konflik sosial yang lebih besar, seperti tawuran antar kelompok remaja.
“Kami mengingatkan, khususnya kepada kelompok-kelompok motor di Belopa dan sekitarnya, agar patuh pada aturan. Undang-undang dibuat untuk keselamatan bersama. Kami utamakan pencegahan, namun jika masih melanggar dan membandel, kami tidak segan melakukan tindakan tegas,” ancamnya.
Sebagai langkah preventif lanjutan, Polres Luwu memprioritaskan pelaksanaan patroli gabungan pada jam-jam rawan di malam hari.
Patroli ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak geng motor yang kerap beraksi saat warga sedang beristirahat.
Langkah ini juga sejalan dengan operasi kemanusiaan terpusat yang tengah digelar kepolisian untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Ketegasan aparat kepolisian ini mendapat sambutan positif dari elemen masyarakat.
Tokoh masyarakat Luwu, Jaya Lobo, menilai langkah cepat kepolisian sangat diperlukan untuk mengembalikan rasa aman warga.
“Saya mengapresiasi kerja cepat dan konsisten Polres Luwu. Pencegahan sedini mungkin sangat penting sebelum aksi-aksi geng motor ini berkembang menjadi tawuran yang membahayakan nyawa dan meresahkan masyarakat luas,” tutur Jaya Lobo.





