Palopo – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan perayaan Idul Adha 1447 Hijriah sebagai momentum strategis guna memperkuat kepedulian sosial dan mengikis ego sektoral.
Nilai pengorbanan yang terkandung dalam perayaan hari besar ini dinilai sebagai fondasi krusial untuk menjaga kelancaran laju pembangunan daerah, terlebih di tengah berbagai dinamika dan tantangan ekonomi nasional saat ini.
Pesan mendalam tersebut disampaikan secara tertulis oleh Wali Kota Palopo, Naili Trisal, melalui Sambutan Seragam Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Ia menegaskan bahwa esensi utama dari ibadah kurban tidak sekadar berpusat pada ritual menyembelih hewan ternak, tetapi lebih kepada upaya menyembelih sifat egois di dalam diri setiap manusia demi menumbuhkan rasa solidaritas antarsesama.
“Saya mengajak kita semua agar menepikan segala bentuk egosentris yang dapat memengaruhi laju pembangunan, salah satunya adalah gesekan yang dapat merusak tatanan sosial di lingkungan kita. Mari memaknai Idul Qurban sebagai upaya penegasan terhadap kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT,” urai sambutan tersebut, yang turut merujuk pada pesan moral Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13.
Lebih lanjut, Pemkot Palopo menggarisbawahi bahwa kemajuan suatu daerah tidak dapat dicapai jika hanya bertumpu pada satu pihak. Diperlukan kontribusi nyata, sinergi, dan konsistensi pergerakan dari seluruh elemen masyarakat.
Momentum Iduladha ini diharapkan menjadi cermin refleksi agar semua pihak mau bekerja keras dan tidak berpangku tangan di saat yang lain sedang berjuang memajukan kesejahteraan kota.
Selain berfokus pada isu sosial dan ekonomi, sambutan tersebut juga mengangkat kisah keteladanan keluarga Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail sebagai rujukan moral yang kokoh.
Ketahanan keluarga yang dibangun atas dasar kedekatan spiritual, rasa saling menghargai, serta kepercayaan dinilai sebagai benteng utama dalam menghadapi tantangan zaman.
“Pelajaran ataupun keteladanan keluarga Nabi Ibrahim dapat menjadi fondasi moral pemerintah dan masyarakat Kota Palopo untuk memastikan program pembangunan terwujud sesuai harapan di tengah situasi ekonomi nasional yang berdampak ke daerah,” lanjut pernyataan tertulis tersebut.
Pada akhir sambutannya, Pemkot Palopo mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mendoakan keselamatan, kesehatan, serta kelancaran ibadah bagi para jemaah haji asal Kota Palopo dan wilayah Tana Luwu yang kini tengah berada di Tanah Suci.
Wali Kota berharap seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Menutup pesan sarat makna tersebut, Naili Trisal atas nama jajaran pemerintah daerah, pribadi, dan keluarga turut mengucapkan selamat merayakan Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah, diiringi permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga Kota Palopo.





