Komisi B DPRD Makassar mendesak Perumda Air Minum melakukan evaluasi SDM dan mitra kerja demi mengoptimalkan distribusi air bersih yang masih dikeluhkan warga.

Makassar – Komisi B DPRD Kota Makassar menyoroti tata kelola sumber daya manusia (SDM) dan mitra kerja Perumda Air Minum Kota Makassar di tengah tuntutan peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Komisi B mendorong perusahaan melakukan evaluasi terhadap karyawan maupun pihak ketiga dengan mengedepankan kompetensi, pengalaman, dan kebutuhan teknis dalam setiap penempatan maupun pekerjaan.

Evaluasi tersebut dinilai penting agar pelayanan dan pekerjaan teknis ditangani oleh personel maupun mitra yang memiliki kemampuan sesuai bidangnya.

Dorongan itu muncul menyusul masih ditemukannya persoalan distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Makassar.

Kawasan utara kota menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena pasokan air masih menjadi keluhan sebagian masyarakat.

Komisi B menilai pembenahan pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan kapasitas produksi dan pembangunan infrastruktur.

Pengelolaan SDM serta mitra kerja juga perlu menjadi bagian dari perbaikan tata kelola perusahaan.

Karena itu, pekerjaan yang melibatkan pihak ketiga diharapkan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan berdasarkan kebutuhan teknis.

Sementara penempatan karyawan perlu mempertimbangkan latar belakang pendidikan, pengalaman, serta kemampuan masing-masing.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja sekaligus meminimalkan penempatan personel pada bidang yang tidak sesuai dengan kompetensinya.

Komisi B juga meminta jajaran direksi Perumda Air Minum terus mengawasi berbagai program pembenahan yang sedang berjalan.

Evaluasi berkala dinilai diperlukan agar kendala pelayanan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti, terutama pada wilayah yang masih mengalami persoalan distribusi.

Sebelumnya, Komisi B DPRD Makassar telah memantau sejumlah upaya Perumda Air Minum dalam meningkatkan pasokan air baku, termasuk pengoperasian Intake Manggala.

Dari hasil pemantauan tersebut, pasokan air baku menuju wilayah utara Makassar disebut mengalami peningkatan.

Namun, peningkatan kapasitas produksi tetap perlu diikuti pembenahan jaringan dan sistem distribusi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh pelanggan.

Komisi B berharap evaluasi terhadap SDM dan mitra kerja menjadi bagian dari pembenahan menyeluruh tata kelola Perumda Air Minum Kota Makassar.

Dengan pengelolaan yang lebih profesional dan berbasis kompetensi, pelayanan air bersih kepada masyarakat diharapkan dapat semakin optimal, terutama di kawasan yang selama ini masih mengalami gangguan pasokan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *