Luwu – Dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, mewakili Bupati Luwu menghadiri kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan strategis antardaerah ini dilangsungkan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, pada Kamis (07/05/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Upaya Stabilisasi Harga Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Adha Tahun 2026”.

Forum ini menjadi sarana penting bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dalam memperkuat sinergi pengendalian inflasi daerah.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan bahwa High Level Meeting TPID merupakan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong percepatan digitalisasi dan elektronifikasi transaksi di lingkungan pemerintah daerah.

“Melalui koordinasi dan berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota, kami berharap stabilisasi harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Adha dapat terus terjaga,” ujar Jufri Rahman.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada April 2026, Sulawesi Selatan mengalami inflasi tahunan sebesar 2,68 persen.

Jufri menjelaskan bahwa beberapa komoditas yang menjadi pemicu inflasi di antaranya adalah beras, tomat, ikan layang, dan ikan bandeng.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan turut mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Sulsel yang menyentuh angka 6,88 persen, meningkat signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di angka 5,99 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan ini berada di luar ekspektasi dan menjadi capaian yang sangat baik. Namun demikian, kita tetap harus mewaspadai sejumlah komoditas penyumbang inflasi seperti cabai merah, gula pasir, daging sapi, dan minyak goreng,” jelasnya di hadapan para peserta rapat.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, pada kesempatan yang sama menekankan pentingnya menjaga stabilitas inflasi hingga akhir tahun agar tetap berada dalam ambang batas aman nasional.

“Kita harus terus menjaga pasokan, distribusi, dan ketersediaan bahan pokok. Gerakan Pangan Murah perlu terus digencarkan hingga tingkat kelurahan agar masyarakat dapat merasakan langsung dampaknya,” ungkap Fatmawati memberikan arahan.

Merespons hal tersebut, Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, menyampaikan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu dalam mendukung langkah-langkah pengendalian inflasi daerah, terutama melalui penguatan ketahanan pangan dan pelaksanaan pasar murah.

“Kami menyambut baik pelaksanaan High Level Meeting TPID dengan tema upaya stabilisasi harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Momentum ini sangat penting untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antardaerah dalam menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta pengendalian inflasi daerah,” tegas Dhevy.

Ia menambahkan bahwa Pemkab Luwu akan terus berupaya menjaga stabilitas harga melalui berbagai langkah nyata.

Upaya tersebut meliputi penguatan sektor pangan, pelaksanaan operasi pasar murah, pemantauan harga kebutuhan pokok secara rutin, serta kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.

“Kami berharap melalui forum ini lahir langkah-langkah konkret dan solusi bersama guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, khususnya menjelang momentum HBKN,” tambahnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Luwu turut didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu, serta Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *