Pemprov Sulsel terus mempercepat pembangunan jalan Multi Years Project 2025-2027. Simak progres terkini dari 85 ruas jalan yang sedang dikerjakan di Sulawesi Selatan.

Sulawesi Selatan – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pelaksanaan program pembangunan jalan tahun jamak atau Multi Years Project periode 2025–2027 yang tersebar dalam enam paket pekerjaan.

Program tersebut menjadi salah satu prioritas Pemprov Sulsel untuk meningkatkan kualitas jalan, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan penanganan jalan provinsi dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan dan tahapan pekerjaan di lapangan.

“Kami memahami harapan masyarakat agar seluruh jalan provinsi yang rusak segera diperbaiki. Insya Allah semuanya akan ditangani secara bertahap,” kata Andi Sudirman dalam keterangan resmi Pemprov Sulsel beberapa waktu lalu.

Ia meminta dukungan masyarakat agar pelaksanaan proyek tidak mengalami hambatan dan dapat diselesaikan sesuai target.

“Yang kami harapkan adalah dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pekerjaan di lapangan dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Dalam perkembangan terbaru, sebanyak 49 dari 85 ruas jalan yang masuk dalam daftar program tersebut telah memasuki tahap pengerjaan.

Sebanyak 36 ruas lainnya masih berada dalam tahap perencanaan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Andi Ihsan mengatakan pekerjaan fisik pada Paket I hingga Paket VI masih berlangsung sesuai rencana.

“Keseluruhan ada 85 ruas jalan. Dari jumlah tersebut, 49 ruas sedang ditangani, sementara 36 ruas lainnya masih dalam tahap perencanaan,” kata Andi Ihsan dalam keterangannya yang diberitakan ANTARA pada Kamis (06/08/2026).

Sejumlah ruas telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaan utama dan mulai memasuki pengerjaan pelengkap, termasuk pemasangan marka serta penyelesaian fasilitas pendukung.

Salah satu ruas dengan perkembangan paling menonjol adalah Jalan Hertasning di Kota Makassar.

Progres fisiknya disebut telah mendekati 90 persen.

“Jalan Hertasning sudah hampir 90 persen. Jalan Aroepala dan Burung-Burung juga sudah masuk tahap pengecoran beton. Sebagian besar sisanya tinggal penyelesaian marka jalan,” ujar Andi Ihsan.

Berdasarkan publikasi resmi Pemprov Sulsel, pekerjaan di Jalan Hertasning mencakup pengaspalan, pembenahan pedestrian, pembersihan saluran, serta pemasangan pembatas median jalan.

Sementara itu, penanganan Jalan Aroepala menggunakan metode pengaspalan dan perkerasan beton.

Pembangunan drainase juga dilakukan untuk memperlancar aliran air dan menjaga badan jalan dari genangan.

Pada ruas Burung-Burung–Bili-Bili, pekerjaan difokuskan pada pengecoran bahu jalan.

Pemprov Sulsel mencatat progres pekerjaan tersebut telah mencapai 67,34 persen hingga pertengahan Juli 2026.

Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Muhammad Rosyadi mengatakan perbaikan sejumlah ruas telah memberikan perubahan terhadap kondisi jalan.

“Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal sehingga kondisinya menjadi lebih baik dan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan,” kata Rosyadi dalam keterangan resmi Pemprov Sulsel.

Ia menegaskan pengawasan terhadap pekerjaan dilakukan secara berkala untuk memastikan konstruksi sesuai spesifikasi teknis dan target waktu.

“Kami terus melakukan pengendalian di lapangan agar pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, dan dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Program MYP jalan Sulsel dibiayai melalui APBD dengan anggaran sekitar Rp2,5 triliun.

Penanganannya terbagi dalam enam paket dengan total panjang sekitar 1.400 kilometer.

Paket I mencakup penanganan sepanjang 300,24 kilometer, Paket II sepanjang 209,38 kilometer, dan Paket III mencapai 254,85 kilometer.

Paket IV memiliki panjang penanganan sekitar 286,80 kilometer, Paket V sepanjang 218,75 kilometer, dan Paket VI mencapai 157,49 kilometer.

Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel hingga awal Agustus 2026, progres fisik Paket I mencapai 28,92 persen dan Paket II sebesar 20,56 persen.

Progres Paket III tercatat 28,31 persen, Paket IV sebesar 12,03 persen, Paket V mencapai 16,92 persen, sedangkan Paket VI berada di angka 0,96 persen.

Pekerjaan pada enam paket tersebut meliputi pengaspalan, pengecoran beton, pembangunan drainase, pemasangan talud, gorong-gorong beton, dinding penahan tanah, bahu jalan, hingga preservasi ruas yang telah ada.

Pemprov Sulsel menargetkan peningkatan kualitas jalan dapat memperpendek waktu tempuh, menekan biaya distribusi, serta membuka akses ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat di berbagai kabupaten dan kota.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *