Luwu Timur – Mengawali aktivitas perkantoran di tahun 2026 pasca libur nasional, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar Apel Pagi bersama.
Kegiatan ini berlangsung di Halaman Kantor Bupati Luwu Timur, pada Jumat (02/01/2026).
Apel perdana tahun ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade.
Barisan apel diisi oleh para pejabat eselon II, III, IV, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK di lingkup Pemkab Luwu Timur.
Dalam arahannya, Pj Sekda Ramadhan Pirade mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh pegawai dapat kembali beraktivitas dengan kondisi sehat dan semangat baru.
“Pada pagi yang cerah ini kita patut bersyukur karena masih bisa mengingat tugas dan kewajiban kita. Ini hari pertama di tahun baru, dan saya melihat wajah-wajah semuanya cerah,” ujar Ramadhan.
Namun, sorotan utama dalam amanatnya tertuju pada kedisiplinan pegawai.
Ramadhan menegaskan bahwa ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas pada hari pertama kerja setelah libur panjang adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
“Kalau ada yang tidak masuk kantor hari ini, itu sangat kelewatan karena kita sudah banyak libur sebelumnya. Harapan kita tidak ada yang tidak hadir. Kalaupun ada yang absen, harus dengan alasan yang jelas seperti dinas luar. Jika tanpa alasan, tentu bisa diberikan surat teguran,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa marwah organisasi pemerintahan terletak pada penegakan aturan.
Organisasi tidak akan berjalan efektif jika sanksi terhadap pelanggaran disiplin tidak diterapkan dengan tegas.
Sebagai ASN, seluruh pegawai terikat oleh regulasi dan tidak dibenarkan bertindak di luar ketentuan.
“Sebagai PNS, kita berada dalam organisasi yang diatur tersendiri, jadi tidak boleh mengatur diri sendiri. Dalam teori, yang bisa dilakukan adalah yang diatur. Kalau tidak ada dalam aturan, jangan sekali-kali dilakukan, apalagi terkait kewenangan keuangan daerah,” jelas Ramadhan.
Selain masalah disiplin, Pj Sekda juga memberikan instruksi khusus terkait prioritas kerja di awal tahun. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera menuntaskan penyusunan laporan keuangan. Hal ini sangat krusial karena berdampak pada pencairan Uang Persediaan (UP).
“Di awal tahun ini, tugas pertama kita adalah menyelesaikan laporan keuangan OPD. Kepada para kepala OPD, mohon konsentrasinya terlebih dahulu pada hal ini, karena pemberian UP itu dilakukan setelah laporan keuangan SKPD masuk di akuntansi BKAD,” ungkapnya.
Ramadhan menetapkan target ketat bahwa laporan keuangan harus sudah diserahkan ke Inspektorat untuk direview paling lambat akhir Februari mendatang.
“Itulah target kita, sehingga konsentrasi kita di awal tahun ini adalah penyelesaian laporan keuangan,” tambahnya.
Menutup arahannya, Pj Sekda Luwu Timur menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh ASN dan berharap kinerja pemerintah daerah di tahun ini dapat semakin progresif dan maksimal.





