Nasional – Salam tiga jari menjadi salah satu simbol yang mencuri perhatian dalam demonstrasi mahasiswa bertajuk Indonesia Sadar atau #IndonesiaSadar pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).
Gestur tersebut terlihat ketika mahasiswa dan elemen masyarakat sipil berkumpul di kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan laporan NU Online, massa beberapa kali mengacungkan tiga jari ke udara sambil membentangkan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Lantas, apa sebenarnya makna salam tiga jari yang digunakan dalam demonstrasi tersebut?
Simbol yang dikenal sebagai three-finger salute itu dipopulerkan melalui novel dan film The Hunger Games. Dalam cerita tersebut, salam tiga jari awalnya digunakan sebagai bentuk penghormatan, ungkapan terima kasih, dan perpisahan.
Seiring perkembangan cerita, gestur tersebut berubah menjadi simbol solidaritas dan perlawanan terhadap pemerintahan otoriter yang menguasai negara fiksi Panem.
Simbol itu kemudian digunakan dalam sejumlah gerakan demokrasi di dunia nyata, termasuk demonstrasi menentang kudeta militer di Thailand pada 2014 dan Myanmar pada 2021.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) melalui akun Instagram resminya menjelaskan bahwa salam tiga jari juga dikaitkan dengan nilai liberté, égalité, fraternité, yakni kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.
Dalam konteks demonstrasi Indonesia Sadar, tiga jari diberi makna lebih spesifik melalui slogan “Sadar Dipalak, Sadar Dibakar, Sadar Dimiskinkan”.
Slogan tersebut digunakan untuk menyuarakan keresahan terhadap persoalan ekonomi, kerusakan lingkungan, serta berbagai kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai penggunaan simbol tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang sah.
“Itu adalah keprihatinan mereka atas situasi hari ini,” kata Usman dalam pernyataan resmi Amnesty International Indonesia, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, penggunaan salam tiga jari dalam aksi tersebut tidak dapat serta-merta dipandang sebagai ajakan melakukan kekerasan.





