Politik – PDI Perjuangan memberikan respons tegas terkait wacana bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mewanti-wanti agar langkah diplomasi Indonesia tidak melenceng dari koridor hukum internasional dan tetap memprioritaskan mekanisme resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam keterangannya kepada awak media pada Sabtu (31/1/2026), Hasto mengingatkan kembali tentang prinsip dasar politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Menurutnya, Indonesia tidak semestinya terikat pada satu kekuatan hegemoni tertentu dalam menyelesaikan konflik global.

“Sejarah telah mengajarkan kita secara empiris. Pengaruh besar Indonesia dalam membangun kepemimpinan dunia lahir melalui inisiatif mandiri seperti Konferensi Asia Afrika (KAA), Gerakan Non-Blok, hingga Conference of the New Emerging Forces (CONEFO),” ujar Hasto, seperti dikutip dari Liputan6.

Bagi PDIP, warisan sejarah diplomasi tersebut adalah modal politik atau leverage yang sangat kuat.

Oleh karena itu, pemerintah seharusnya memanfaatkan rekam jejak kepemimpinan global tersebut sebagai daya tawar utama, alih-alih sekadar mengikuti skema yang dibuat oleh negara adidaya.

Hasto menegaskan bahwa keberpihakan Indonesia hanya boleh ditujukan pada prinsip kemerdekaan sebagai hak segala bangsa.

Segala bentuk penjajahan harus dihapuskan, namun prosesnya harus tetap menghormati kedaulatan dan hukum antarnegara.

Ia pun mencontohkan sikap partai dalam Rakernas I PDIP yang menolak intervensi terhadap Venezuela karena dianggap melanggar prinsip PBB.

“Sikap ini juga bertentangan dengan prinsip politik luar negeri kita jika kita tidak hati-hati. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka penjajahan harus dihapuskan, namun jalurnya harus tepat,” tambahnya.

Sebagai penutup, Hasto menyampaikan bahwa PDIP mendorong pemerintah untuk menggalang solidaritas yang lebih konkret antarnegara Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Menurutnya, sistem internasional yang adil dan damai hanya bisa tercapai jika Indonesia memperkuat perannya di PBB, bukan lewat forum parsial.

“Sikap PDI Perjuangan jelas, dorong seluruh upaya perdamaian melalui PBB. Kita perkuat sistem internasional yang berkeadilan dan bangun solidaritas bangsa-bangsa Selatan melalui kepemimpinan Indonesia yang otentik. Itu yang harus ditonjolkan,” pungkasnya.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *