Luwu – Kelangkahan Bahan Bakar Minyak (BBM) Saat ini jadi bahan perbincangan Masyarakat, sulitnya mendapatkan BBM subsidi mulai dikeluhkan masyarakat setempat

Tak heran jika pengguna BBM subsidi roda dua maupun roda empat di SPBU mengalami antrian panjang bahkan kerap kehabisan karena diduga Pegawai SPBU mengakomodir oknum oknum pelansir atau penimbun BBM hingga sampai hari ini menjamur.

Hampir semua SPBU yang ada di Kabupatan Luwu Langganan dengan pelansir atau penimbun, salah satunya SPBU Padang Sappa dengan nomor 74-919-04 Aktivitas tersebut sangat merugikan bagi pengendara dan para petani,

Informasi yang dihimpun Awak Media mendapati SPBU padang sappa mengakomodir sejumlah pelansir BBM Subsidi jenis Bio solar hinggga puluhan jerigen, mobil box yang biasanya diperuntukan barang justru di penuhi jerigen berkapasitas 30 liter yang selalu stanbay dihalaman SPBU diwaktu jelang magrib.

Salah satu Pelansir mengungkapkan, bahwa aktivitas pengambilan Solar di SPBU di akomodir oleh oknum polisi.

“Susah kau mau anu ini karena yang pegang Polisi, orang besar saja tidak berani apalagi orang kecil,” ungkapnya menantang

Sementara itu Pegawai SPBU padang sappa menyebut bahwa Free Charge yang harus dibayar oleh para pelansir BBM dibebankan sebanyak tiga puluh ribu rupiah setiap jergennya. Hal tersebut dinilai justru tindakan melawan hukum dan mendukung penimbunan BBM subsidi tanpa memikirkan penggunaan yang sebenarnya.

Diwaktu yang sama salah satu sopir juga mengeluhkan antrian yang cukup lama, karena pihak SPBU lebih mendahulukan pengisian jergen pelansir

“Setelah pengisian 4 jergen baru dilayani pengisian satu mobil jadi lumayan lama, mau bagaimana kadang kita tegur tapi justru pegawai SPBU nya marah” katanya, Kamis, 5/2/2026

Tak terima tindakannya direkam, salah seorang pelansir sempat melakukan intimidasi terhadap wartawan dengan membututi dengan ucapan pertanyaan

“We Dimanako tinggal,” Teriaknya

Kasat Reskrim Polres Luwu Iptu Muh Ibnu Robbani, saat dikonfirmasi mengatakan akan menyelidiki terkait adanya informasi tersebut

“Saya baru monitor informasinya, kita akan lakukan penyelidikan terkait info tersebut” tulisnya divia Whatsapp

Dengan adanya hal demikian diharapkan pihak berwajib bertindak lebih tegas terhadap oknum oknum yang melakukan tindakan melawan hukum dengan cara penimbun BBM . (Mita)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *