Prof Mahfud MD meninjau langsung Masjid dan Rumah Tahfidz Madani di Luwu. Kunjungan ini mengungkap peran sang profesor sebagai donatur utama pembangunan fasilitas tersebut.

Luwu – Tokoh nasional sekaligus pakar hukum tata negara, Prof Mohammad Mahfud MD, menyempatkan diri untuk meninjau langsung aktivitas pendidikan dan peribadahan di Masjid dan Rumah Tahfidz Madani.

Kunjungan ke fasilitas keagamaan yang berlokasi di Jalan Muntalaka, Desa Padangkalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu ini berlangsung hangat pada hari Senin (15/06/2026).

Agenda silaturahmi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sang profesor sebelum melanjutkan penerbangan menuju Bandara Bua.

Dalam lawatan singkatnya itu, ia turut didampingi oleh Rizal Mustary, jajaran pimpinan dan civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bua, serta Kepala Desa Padangkalua.

Kehadiran rombongan ini disambut langsung oleh pengurus Yayasan Cahaya Madani Al Mustary, kelompok Dirosah Madani, jamaah masjid, hingga puluhan santri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Zuhur dan Asar yang dijamak secara berjamaah di dalam Masjid Madani.

Seusai prosesi ibadah, mantan pejabat tinggi negara itu langsung membaur untuk bersilaturahmi dan berdialog santai bersama masyarakat serta para santri yang selama ini rutin mengaji di lokasi tersebut.

Dalam bincang hangatnya, Prof Mahfud MD memberikan apresiasi tinggi atas tata kelola Masjid dan Rumah Tahfidz Madani yang dinilainya sangat rapi dan profesional.

“Masjid ini sangat bagus, bersih, suasananya adem, nyaman, dan juga terang. Walaupun ukurannya tidak terlalu besar, desain arsitekturnya terlihat modern namun tetap sederhana, sehingga sangat enak dipandang mata,” pujinya.

Ia juga secara khusus memberikan penghargaan kepada keluarga besar mendiang Mustary Sakkalang serta pengurus yayasan yang telah berinisiatif menghadirkan pusat ibadah terpadu di Kecamatan Bua.

Menurutnya, lembaga pencetak penghafal Al-Qur’an adalah investasi sosial yang amat krusial untuk membangun moral dan karakter bangsa ke depannya.

“Saya melihat anak-anak yang hadir hari ini memiliki sorot mata yang tenang dan sangat serius saat mengikuti kegiatan. Mereka adalah para calon pemimpin masa depan bangsa yang perlu untuk terus dibina dan didukung fasilitasnya,” ungkap Mahfud MD penuh optimisme.

Di sisi lain, perwakilan UIN Palopo yang turut hadir memberikan dukungan moril dan komitmen nyata terhadap kelangsungan operasional Yayasan Cahaya Madani Al Mustary.

Pihak universitas bahkan secara terbuka menawarkan bantuan tenaga profesional untuk memaksimalkan program pembinaan umat.

“Kami siap mendukung penuh jika sewaktu-waktu dibutuhkan tenaga pengajar, tenaga dakwah, ataupun khatib Jumat demi kelancaran kegiatan pendidikan serta pembinaan umat di tempat yang mulia ini,” janji pimpinan kampus tersebut dalam sambutannya.

Kunjungan ini tak pelak menjadi momen emosional bagi Ketua Pengurus Yayasan Cahaya Madani Al Mustary, Ahmad Alfatih Mustary.

Ia mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga atas kehadiran Prof Mahfud MD, yang ternyata selama ini turut berperan sebagai salah satu donatur utama di balik pembangunan fasilitas keagamaan tersebut.

“Sejak masjid ini pertama kali dibangun, saya selalu berdoa dan berharap agar suatu hari nanti Prof Mahfud MD bisa hadir melihatnya langsung. Alhamdulillah, hari ini harapan tersebut benar-benar terwujud,” tuturnya terharu.

Melengkapi kisah historis tersebut, Rizal Mustary mengungkapkan bahwa gagasan pendirian masjid di atas lahan warisan keluarga itu memang sempat dikonsultasikan secara langsung kepada Prof Mahfud MD.

Sang tokoh nasional saat itu langsung menyambut baik dan memberikan sokongan penuh.

“Beliau saat itu langsung menyatakan dukungan penuh dan mengajak kami bersama-sama membangun rumah di surga. Dukungan kuat dari beliau, dukungan dari Prof Nazaruddin Umar, serta uluran tangan para donatur lainnya menjadi pilar penting hingga berdirinya kemegahan Masjid dan Rumah Tahfidz Madani ini,” tutup Rizal bangga.

Momentum silaturahmi yang penuh kekeluargaan ini diharapkan mampu menyuntikkan motivasi ekstra bagi para pengurus dan santri untuk terus membumikan pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda di wilayah Kecamatan Bua.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *