Taiwan menggelar latihan perang Han Kuang 42 untuk menguji pertahanan militer dan ketahanan komunikasi publik di tengah ancaman konflik dengan China.

Internasional – Taiwan meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan konflik dengan China melalui latihan perang Han Kuang 42.

Pasukan Taiwan pada Senin (10/08/2026) mensimulasikan pertahanan Kepulauan Penghu dari serangan pendaratan, sementara pemerintah untuk pertama kalinya menguji perlambatan internet seluler sebagai bagian dari skenario perang dan keadaan darurat.

Latihan di Penghu berlangsung sejak sebelum fajar.

Pasukan Komando Teater Pertama Taiwan mengerahkan tank M60A3, artileri dan senjata antipesawat dalam simulasi menghadapi pasukan musuh yang berusaha melakukan pendaratan cepat di pesisir.

Militer Taiwan menggunakan pola pertahanan berlapis dalam latihan tersebut.

Penghu berada di Selat Taiwan dan dinilai memiliki posisi strategis dalam skenario konflik.

Reuters melaporkan, perencana pertahanan Taiwan memandang kepulauan tersebut sebagai salah satu wilayah yang berpotensi menjadi sasaran awal apabila Beijing mencoba mengambil alih Taiwan dengan kekuatan militer.

Simulasi di Penghu merupakan bagian dari latihan Han Kuang yang berlangsung selama 10 hari di berbagai wilayah Taiwan.

Latihan tahun ini menguji kemampuan pasukan mempertahankan operasi selama 24 jam, menghadapi taktik zona abu-abu hingga mengerahkan pasukan cadangan dalam skenario konflik.

Selain kesiapan militer, pemerintah Taiwan turut menguji kemampuan masyarakat berkomunikasi apabila infrastruktur telekomunikasi terganggu.

Untuk pertama kalinya, kecepatan internet seluler sengaja diturunkan dalam skala besar sebagai bagian dari Urban Resilience Exercises 2026.

Pemerintah mengatakan simulasi dibuat untuk menggambarkan kondisi ketika kapasitas komunikasi menjadi terbatas akibat bencana, serangan siber berskala besar maupun kondisi darurat lainnya.

“Latihan ini bukan ‘pemutusan jaringan’, melainkan ‘perlambatan’,” kata Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Executive Yuan Taiwan.

Cho mengatakan layanan komunikasi dasar tetap dapat digunakan meski kapasitas jaringan dikurangi.

“Panggilan suara, SMS dan transmisi teks tetap dapat digunakan secara normal,” ujarnya.

Pembatasan terutama dirancang untuk memengaruhi layanan yang mengonsumsi data dalam jumlah besar.

Pemerintah Taiwan menyebut video streaming, panggilan video, pembayaran seluler dan sinkronisasi cloud sebagai contoh layanan yang dapat mengalami penurunan kualitas selama simulasi.

“Komunikasi merupakan urat nadi penting bagi ketahanan nasional,” kata Cho dalam keterangan yang sama.

Ia menyebut bencana alam, serangan jaringan berskala besar serta bencana kompleks dapat memengaruhi ketersediaan sumber daya komunikasi.

Cho mengatakan simulasi tersebut juga dimaksudkan untuk menguji kemampuan pemerintah merespons kondisi komunikasi yang terbatas sekaligus mendorong masyarakat menyiapkan alternatif komunikasi apabila jaringan utama terganggu.

Uji perlambatan internet pada Senin berlangsung pukul 14.30 hingga 15.00 waktu setempat di tujuh wilayah Taiwan bagian tengah, yakni Miaoli, Taichung, Nantou, Changhua, Yunlin, Kota Chiayi dan Kabupaten Chiayi.

Jadwal itu tercantum dalam data resmi All-out Defense Mobilization Agency di bawah Kementerian Pertahanan Taiwan.

Simulasi internet tersebut tidak berlangsung di Penghu.

Penghu menjadi lokasi latihan militer menghadapi skenario pendaratan musuh, sedangkan perlambatan internet seluler pada Senin diterapkan di wilayah Taiwan bagian tengah.

Sejumlah layanan vital tidak ikut terganggu.

ATM, lampu lalu lintas, panggilan ambulans darurat, telepon kabel dan layanan internet tetap atau fixed internet disebut tetap berfungsi.

Pemerintah Taiwan juga memastikan komunikasi fasilitas medis dan operasional transportasi tetap berjalan.

Panggilan darurat 119 dan 110 juga harus tetap dapat digunakan selama latihan.

Simulasi serupa dijadwalkan berlangsung di Taiwan bagian utara pada Kamis (13/08/2026), pukul 14.30 hingga 15.00 waktu setempat.

Wilayah latihan meliputi Yilan, Keelung, Taipei, New Taipei, Taoyuan, Kota Hsinchu dan Kabupaten Hsinchu.

Secara keseluruhan, 14 kota dan kabupaten di Taiwan bagian tengah dan utara masuk dalam simulasi gangguan komunikasi seluler tersebut.

Latihan pertahanan sipil itu digelar bersamaan dengan Han Kuang 42.

All-out Defense Mobilization Agency menyatakan latihan pertahanan udara 2026 diintegrasikan dengan latihan lapangan Han Kuang serta mencakup peringatan serangan udara, evakuasi, pengendalian lalu lintas dan penanganan bencana.

Han Kuang 42 sendiri dimulai pada Rabu (05/08/2026) dan berlangsung selama 10 hari.

Associated Press melaporkan latihan tahun ini turut menguji metode komunikasi militer yang terinspirasi Amerika Serikat dan melibatkan lebih dari 5.000 personel cadangan dari dua brigade, jumlah mobilisasi terbesar dalam latihan tersebut sejauh ini.

Latihan berlangsung di tengah ketegangan berkepanjangan antara Beijing dan Taipei.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut.

Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dan menyatakan hanya masyarakat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *