Ragam – Perjalanan nasib Michael Octavian, atau yang kini populer dengan nama panggung Mike Octavian, menjadi bukti nyata bahwa roda kehidupan terus berputar.
Siapa menyangka, sosok yang dulu berjuang hidup di kerasnya aspal Jakarta sebagai “manusia silver”, kini justru bersiap melebarkan sayap kariernya ke kancah internasional.
Pada Jumat (30/1/2026), Mike mengungkapkan bahwa dirinya tengah menjajaki peluang emas untuk berkarier di Korea Selatan. Hal ini menyusul pertemuan penting yang terjadi pada akhir tahun lalu.
“Akhir 2025 itu ada sempat meeting sama agency Korea. Mungkin nanti dikontrak di sana. Alhamdulillah,” ujar Mike penuh syukur, seperti dikutip dari Kompas.
Pencapaian ini tentu sangat kontras dengan masa lalunya.
Mike terpaksa putus sekolah saat masih duduk di bangku kelas 6 SD karena hantaman pandemi COVID-19 yang meruntuhkan ekonomi keluarganya.
Tak ingin membebani sang ayah yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring, Mike kecil memilih turun ke jalanan kawasan Pasar Baru.
“Karena waktu covid kan memang ekonomi lagi turun banget di situ keluarga ada masalah keuangan, disitu jadi Mike mutuskan berhenti di situ karena memang swasta,” kenangnya.
Selama menjadi manusia silver, Mike bekerja dari pukul 12 siang hingga 10 malam demi penghasilan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per hari.
Ia harus menahan siksaan fisik akibat cat tubuh yang digunakannya.
“Kulit itu rasanya gatal dan panas. Karena racikannya pakai minyak goreng, kalau keseringan bisa merusak kulit,” ungkap Mike menceritakan pedihnya perjuangan masa itu.
Titik balik kehidupan Mike terjadi pada pertengahan 2024.
Saat sedang mengais rezeki, tim dari Captain Barbershop mengajaknya membuat konten makeover.
“Waktu itu Mike lagi cari uang di dekat-dekat Pasar Baru, tiba-tiba ada pihak Captain Barbershop, izin buat konten makeover,” cerita Mike.
“Mike lagi enggak ada kegiatan, jadi Mike mau aja. Dan video itu viral, jadi ada agensi-agensi yang nanya-nanya untuk minta kontak Mike,” lanjutnya.
Video transformasi tersebut ditonton lebih dari 5 juta kali dan menarik perhatian Hans dari agensi model Humans. Hans melihat potensi besar pada wajah Mike yang dianggap memiliki karakter unik untuk industri high fashion.
“Muka dia kecil, rahangnya tajam, dan punya tulang pipi (cheekbones) yang tinggi. Karakter wajah seperti ini sangat kuat untuk kebutuhan editorial maupun runway,” jelas Hans mengenai alasan merekrut Mike.
Kini, Mike telah bertransformasi menjadi model profesional.
Ia tercatat pernah tampil di ajang bergengsi Plaza Indonesia Fashion Week, serta membawakan busana dari jenama dan desainer papan atas seperti Signore, Danjyo Hiyoji, hingga Sapto Djojokartiko.
Kehadiran sang ibu yang kini selalu mendampinginya menjadi saksi kesuksesan Mike mengangkat derajat keluarga dari jalanan menuju panggung cahaya.






