Luwu – Mutasi puluhan pejabat struktural di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu dipastikan murni untuk penyegaran birokrasi dan bebas dari unsur balas budi politik. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Luwu, Patahuddin, di sela-sela prosesi pelantikan yang digelar pada Jumat (20/02/2026).
Di hadapan para bawahannya, Patahuddin secara terbuka menepis isu liar yang menyebut bahwa perombakan kabinet ini berkaitan dengan dinamika pemilihan kepala daerah (pilkada) sebelumnya. Ia memastikan bahwa penempatan pejabat didasarkan pada kompetensi dan kapasitas untuk menjawab harapan masyarakat Kabupaten Luwu.
“Mutasi ini tidak ada hubungannya dengan pilkada. Kalau ada hubungannya, dua bulan lalu sudah saya geser. Saya beri ruang untuk berinovasi dan menunjukkan kinerja,” tegas Patahuddin.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintahannya saat ini tidak mengenal istilah “tim sukses” dalam pengisian jabatan strategis pemerintahan. Yang ia butuhkan saat ini adalah sosok pemimpin yang mau bekerja keras untuk rakyat. “Saya tidak mau bicara tim-tim. Tidak ada tim saya yang dilantik hari ini. Yang saya mau adalah birokrasi yang adaptif dan responsif,” tandasnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik, Patahuddin memberikan masa pembuktian selama enam bulan ke depan bagi seluruh pejabat yang baru dilantik. Mereka dituntut untuk membuktikan kinerjanya, karena jabatan yang diberikan adalah amanah yang akan dievaluasi secara berkala.





