Internasional – Di tengah memanasnya tensi geopolitik akibat invasi Amerika Serikat dan Israel ke Iran, Paus Leo XIV memilih untuk berdiri teguh pada jalur moralitas.

Menghadapi rentetan kritik tajam dari negaranya sendiri, Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik tersebut tetap menggemakan pesan perdamaian dan menolak segala bentuk pembenaran agama untuk peperangan.

Komitmen ini ditegaskan oleh sang Pontifeks saat berada dalam penerbangan dari Aljazair menuju Kamerun pada Kamis (16/04/2026), sebagai bagian dari tur 10 hari yang melintasi 11 kota di benua Afrika.

Berkaca dari kunjungannya di Aljazair, sebuah negara mayoritas Muslim di mana umat Katolik hidup berdampingan secara damai, Paus asal Amerika Serikat ini menekankan bahwa kerukunan antaragama bukanlah sebuah kemustahilan.

“Mempromosikan citra kebersamaan tersebut adalah hal yang sangat perlu didengar oleh dunia saat ini,” ujar Paus Leo, seperti dikutip dari Channel New Asia.

Ketegasan Paus Leo dalam menentang konflik di Timur Tengah seakan menjadi oase di tengah unilateralisme global. Ia dengan lugas menolak narasi “perang suci” yang sempat diwacanakan oleh pejabat militer AS.

Bagi Paus, menggunakan nama Tuhan untuk melegitimasi tindakan militer yang tidak disetujui PBB adalah sebuah penodaan terhadap ajaran agama.

Paus menggarisbawahi bahwa ajaran kasih tidak pernah sejalan dengan kekerasan. Pada akhir pekan lalu di Vatikan, ia juga telah mengingatkan umat Katolik mengenai hal ini.

“Inilah tuhan kita, Yesus Raja Damai, yang menolak perang, yang tidak dapat digunakan siapa pun untuk membenarkan perang,” kata Paus.

Lebih lanjut, ia meminta seluruh komunitas internasional untuk memalingkan wajah pada penderitaan kelompok rentan yang terdampak konflik.

Ia mendesak umat manusia untuk “mengingat anak-anak yang tidak bersalah, lansia, dan orang sakit, serta begitu banyak orang yang telah menjadi atau akan menjadi korban dari perang”.

Meski dihadapkan pada ancaman dan kritik dari politisi di Washington, termasuk Presiden Donald Trump, Paus Leo yang kini berusia 70 tahun menyatakan bahwa dirinya tidak akan mundur selangkah pun.

Ia memandang tugasnya sebagai kewajiban spiritual yang melampaui urusan politik praktis.

“saya tak takut, baik terhadap pemerintahan Trump, maupun dalam menyerukan pesan Injil,” tegasnya.

Di hadapan para jurnalis dalam penerbangannya pada Senin (13/04/2026), Paus mengutarakan janjinya untuk terus mengawal isu kemanusiaan ini melalui jalur dialog multilateral.

“Saya akan terus bersuara lantang menentang perang, dengan tujuan mendorong perdamaian, mempromosikan dialog dan hubungan multilateral antarnegara untuk mencari solusi yang adil atas berbagai masalah,” ucap Leo.

Ketika disinggung mengenai rentetan komentar provokatif yang dialamatkan kepadanya oleh politisi sayap kanan, ia memilih untuk tidak meladeni perseteruan tersebut dan kembali memfokuskan tujuannya.

“Saya tidak ingin terlibat dalam perdebatan dengan dia,” ujarnya. “Saya tidak berpikir bahwa pesan Injil dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan sebagian orang.”

Paus juga meluruskan pandangan yang menuduhnya ikut campur dalam urusan politik negara.

“Pesan Gereja, pesan saya, pesan Injil: Berbahagialah para pembawa damai. Saya tidak melihat peran saya sebagai sesuatu yang bersifat politik, sebagai seorang politisi,” tandasnya.

Pendirian moral Paus Leo ini nyatanya mendapat banyak dukungan dari pemimpin Eropa.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, pada Senin (13/04/2026) turut mendoakan kesuksesan tur Afrika tersebut dan berharap Paus dapat “membantu penyelesaian konflik dan kembalinya perdamaian antar dan di dalam negara.”

Selain itu, Ksatria Agung organisasi Knights of Columbus, Patrick Kelly, juga memberikan pembelaan teguh.

“Paus Leo XIV secara konsisten menyerukan perdamaian, dialog, dan pengendalian diri di dunia yang ditandai oleh perang dan penderitaan. Kata-kata Bapa Suci bukanlah poin pembicaraan politik-itu adalah refleksi dari Injil itu sendiri,” ungkap Patrick Kelly dalam pernyataan resminya.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *