Palopo – Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPKT) bersinergi dengan Pemerintah Kota Palopo serta TP PKK Kota Palopo menggelar peringatan World Hearing Day 2026.
Kegiatan yang mengusung tema besar “Hearing Care For Every Child” ini dilaksanakan di Pesantren Modern Datok Sulaiman (PMDS) Bagian Putri pada Rabu (29/04/2026).
Agenda ini diisi dengan berbagai program kesehatan terpadu, mulai dari skrining pendengaran nasional, pemeriksaan kesehatan anak usia sekolah, hingga aksi pengabdian masyarakat.
Ketua TP PKK Kota Palopo, Megawati Akhmad, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum krusial untuk memastikan kesehatan pendengaran anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Menurutnya, fungsi pendengaran sangat berperan vital dalam proses belajar, komunikasi, serta perkembangan sosial seorang anak.
Dalam kesempatan tersebut, tim medis melakukan skrining kesehatan menyeluruh bagi 600 siswi pesantren.
“Kegiatan ini meliputi penyuluhan THT, kesehatan jiwa, status gizi, serta skrining pendengaran. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan kesehatan mata, gigi, mulut, hingga pengukuran status gizi. Upaya ini adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap tumbuh kembang anak secara menyeluruh,” urai Megawati Akhmad.
Ia juga menambahkan data memprihatinkan bahwa sekitar 90 juta anak usia 5-9 tahun di dunia hidup dengan gangguan pendengaran.
Hal ini membuat deteksi dini menjadi agenda yang sangat mendesak demi masa depan generasi muda.
Senada dengan hal itu, Staf Ahli Bidang Kesra Setda Kota Palopo, Taufik Gurrahman, mengingatkan bahwa telinga adalah panca indra yang sangat vital.
Ia berpesan agar kesehatan telinga dijaga dengan baik guna menghindari risiko yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.
Peringatan Hari Pendengaran Sedunia ini dijadikan ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus menguatkan komitmen dalam mengantisipasi invisible disability atau kecacatan yang tidak tampak secara kasat mata.
Ia menjelaskan bahwa gangguan pendengaran bukan sekadar persoalan personal, melainkan keprihatinan bersama yang memerlukan sinergi kolaborasi lintas sektor.
Salah satu upaya yang ditekankan adalah meningkatkan kesadaran kolektif untuk meminimalisir paparan suara bising di lingkungan sehari-hari.
“Saya pesankan kepada kita semua agar segera melaporkan jika terdapat warga atau keluarga yang mengalami gangguan pendengaran atau terpapar suara bising yang mengganggu. Dengan laporan tersebut, pemangku kepentingan dapat menempuh langkah dan solusi tepat untuk mengatasi persoalan tersebut,” tutur Taufik Gurrahman.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Sekolah SMP dan SMA beserta para siswa, Bunda PAUD Kota Palopo, jajaran TP PKK Kota Palopo, serta jajaran pengurus Komda PGPKT Kota Palopo.





