Palopo – Di tengah tantangan pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat yang membatasi kemampuan fiskal daerah, Kota Palopo memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur air bersih.
Perumda Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo mendapat alokasi dana dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk merehabilitasi jaringan air baku di Battang Bambalu.
Proyek strategis tersebut memiliki nilai kontrak lebih dari Rp20,4 miliar dan menjadi harapan baru bagi peningkatan layanan air bersih di wilayah Battang dan Battang Barat.
Keberhasilan pengalokasian anggaran yang totalnya mencapai lebih dari Rp24 miliar ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Kota Palopo bersama pemerintah pusat. Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, dan Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin, melakukan koordinasi intensif di Jakarta, dengan dukungan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, hingga bantuan APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut dapat direalisasikan.
Plt Direktur Perumda Tirta Mangkaluku Kota Palopo, Zulkifli Halid, menyebut bantuan tersebut menjadi kabar baik di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
‘Ini adalah anugerah bagi Kota Palopo. Di tengah pemotongan TKD, Pemkot sebenarnya belum mampu membiayai proyek sebesar ini dengan kapasitas keuangan daerah yang ada,’ ujarnya.
Rehabilitasi jaringan air baku akan dikerjakan sepanjang 3,1 kilometer di Jalan Poros Palopo–Toraja KM 15–18, Kecamatan Wara Barat. Proyek ini memiliki tingkat kesulitan tinggi karena pipa eksisting berada di bahu jalan dengan kondisi medan yang sempit, berbukit, dan berkelok.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyediaan Air Baku III Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Andi Asnaeni, mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi pelaksanaan agar pekerjaan berjalan lancar. Untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas selama konstruksi, sosialisasi telah dilakukan bersama Forkopimda dan para pemangku kepentingan pada 8 Juli 2026.
Proyek ini meliputi penggantian pipa berbahan PVC menjadi Galvanized Iron Pipe (GIP) yang lebih kuat dan tahan lama, serta perbaikan lantai bendungan intake air baku.
Pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Dengan rampungnya proyek tersebut, Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di Battang dan Battang Barat diharapkan dapat beroperasi lebih optimal sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat menjadi lebih lancar dan kebutuhan air warga dapat terpenuhi secara maksimal.




