Palopo – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Palopo menggelar advokasi dan sosialisasi perlindungan anak serta hak perempuan di Aula DP3AP2KB Palopo, Kamis (03/09/2026).
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah kekerasan, diskriminasi, serta pengabaian hak terhadap perempuan dan anak.
Kepala DP3AP2KB Kota Palopo Raodatul Jannah mengatakan perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan menghadapi berbagai bentuk kekerasan maupun diskriminasi.
Menurutnya, setiap anak berhak tumbuh dan berkembang serta memperoleh perlindungan yang layak. Perempuan juga memiliki hak untuk hidup aman dan mendapatkan perlakuan yang setara.
“Setiap anak berhak untuk tumbuh, berkembang dan mendapatkan perlindungan yang layak dari lingkungan sekitarnya. Begitu pula dengan perempuan yang mempunyai hak yang setara untuk hidup aman dan dihargai,” kata Raodatul.
Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan pemahaman, tetapi juga mendorong kepedulian dan keterlibatan keluarga serta masyarakat dalam memberikan perlindungan.
“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi ruang bagi kekerasan, baik fisik, nonfisik maupun verbal yang terjadi di lingkungan kita,” ujarnya.
Raodatul juga mengajak seluruh pihak mendukung upaya mewujudkan Palopo sebagai kota yang layak anak dan ramah terhadap perempuan.
Ketua TP PKK Kota Palopo Megawati Akhmad mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan partisipasi dalam menangani berbagai persoalan perempuan dan anak.
Menurutnya, perlindungan kelompok rentan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai pemerintah, keluarga hingga lingkungan masyarakat.
TP PKK Kota Palopo, kata dia, turut mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan sehat bagi perempuan dan anak, terutama dari ancaman kekerasan fisik, psikis, seksual maupun penelantaran.
Megawati menilai kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan serius karena dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, kondisi psikologis hingga masa depan korban.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi anak untuk terlibat dan menyampaikan pandangan dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan mereka.
Menurutnya, anak tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga perlu diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam menciptakan perubahan positif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Palopo.





