Nasional – Episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau selama sekitar 25 jam telah berakhir.
Namun, dampaknya belum sepenuhnya reda.
Kementerian Perhubungan mencatat sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak gangguan operasional sejak Sabtu (05/09/2026) hingga Senin (07/09/2026) pukul 09.00 WIB.
Gangguan tersebut mencakup penerbangan yang dibatalkan, ditunda maupun dialihkan akibat sebaran abu vulkanik di ruang udara sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra.
Dari jumlah itu, 1.397 penerbangan dengan sekitar 177.579 penumpang tercatat terdampak pada bandara yang ditutup sementara.
Sementara 922 penerbangan dengan sekitar 92.758 penumpang terdampak akibat penyesuaian rute di bandara lainnya.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan episode erupsi menerus Anak Krakatau yang dimulai Jumat (04/09/2026) pukul 23.07 WIB berakhir pada Minggu (06/09/2026) pukul 00.04 WIB.
Meski demikian, kondisi itu bukan berarti aktivitas vulkanik Anak Krakatau telah berhenti sepenuhnya.
Setelah episode panjang tersebut, Badan Geologi masih mengamati tiga erupsi strombolian.
Pemantauan sepanjang Minggu hingga Senin juga merekam tiga gempa erupsi, sembilan gempa hembusan, 93 gempa frekuensi rendah, 98 gempa hybrid atau fase banyak, empat tremor menerus, serta satu gempa vulkanik dangkal.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, kembalinya pola erupsi strombolian untuk sementara diinterpretasikan sebagai berakhirnya episode erupsi menerus yang berlangsung cukup panjang.
“Kembalinya erupsi strombolian yang merupakan karakteristik khas Gunung Anak Krakatau, untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus,” kata Lana, dikutip dari keterangan resmi Kementerian ESDM, Senin (07/09/2026).
Status Gunung Anak Krakatau masih dipertahankan pada Level III atau Siaga.
Badan Geologi menyatakan peluang terjadinya letusan kembali dalam beberapa periode ke depan masih tinggi, dengan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi.
Masyarakat, wisatawan dan pendaki diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
Meski intensitas erupsi menerus telah menurun, abu vulkanik masih menjadi persoalan bagi penerbangan.
BMKG pada Senin pagi mendeteksi abu pada lapisan hingga 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer, bergerak terutama ke arah barat.
Pada lapisan lebih tinggi, abu juga terpantau hingga 50.000 kaki atau sekitar 15,24 kilometer.
BMKG menyebut sebaran pada lapisan bawah menjangkau sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, Bengkulu dan perairan sekitarnya.
Sejak erupsi pertama pada Jumat (04/09/2026), BMKG telah menerbitkan sedikitnya 39 dokumen Significant Meteorological Information atau SIGMET untuk keselamatan penerbangan.
Kementerian Perhubungan dalam pembaruan operasional Senin (07/09/2026) pukul 09.00 WIB menyebut tujuh bandara masih dijadwalkan tutup sementara hingga pukul 18.00 waktu setempat.
Bandara tersebut meliputi Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, serta Muhammad Taufiq Kiemas.
Sementara itu, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang sebelumnya termasuk dalam delapan bandara terdampak, kembali beroperasi normal mulai pukul 09.00 WIB setelah hasil pengujian menunjukkan tidak lagi terpapar abu vulkanik.
Kementerian Perhubungan juga mengalihkan sebagian layanan ke bandara alternatif.
Empat penerbangan Garuda Indonesia telah memanfaatkan Bandara Kertajati di Majalengka, sementara Bandara Internasional Yogyakarta, Juanda, Adi Soemarmo dan Jenderal Ahmad Yani juga disiapkan sebagai alternatif.
Dampak erupsi turut menjalar ke sektor pendidikan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi seluruh satuan pendidikan mulai Senin (07/09/2026) hingga pemberitahuan selanjutnya untuk mengurangi risiko paparan abu terhadap murid dan tenaga kependidikan.
Di Banten, pembelajaran jarak jauh diterapkan selama tiga hari pada Senin hingga Rabu (07–09/09/2026).
Kebijakan secara langsung berlaku bagi SMA, SMK dan sekolah khusus, sementara pemerintah provinsi juga mengirim imbauan PJJ kepada pemerintah kabupaten/kota untuk jenjang PAUD/TK, SD dan SMP.
Pemerintah Provinsi Lampung juga mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar jenjang PAUD hingga SMA/SMK dan SLB menjadi daring pada Senin dan Selasa (07–08/09/2026).
Adapun di Jawa Barat, kebijakan tidak diberlakukan seragam untuk seluruh daerah.
Dinas Pendidikan Jawa Barat memberi kewenangan kepada satuan pendidikan untuk menyesuaikan pembelajaran secara luring atau daring berdasarkan kondisi aktual, tingkat paparan abu, serta rekomendasi instansi terkait.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara nasional juga meminta daerah yang kondisi udaranya tidak aman tidak memaksakan pembelajaran tatap muka.
Penyesuaian diminta mempertimbangkan kondisi wilayah dan Indeks Standar Pencemar Udara serta kebijakan pemerintah daerah.
Data sekitar 2.300 penerbangan dan 270.337 penumpang terdampak tersebut juga dilaporkan Associated Press dengan mengutip Kementerian Perhubungan.
AP melaporkan gangguan penerbangan masih berlangsung meski episode erupsi menerus telah mereda.
Badan Geologi meminta masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan tidak mengaitkan aktivitas Anak Krakatau saat ini dengan kabar mengenai tsunami yang belum terverifikasi.
BMKG juga melaporkan pemantauan muka air laut di Selat Sunda hingga Senin pagi tidak menunjukkan anomali yang mengindikasikan tsunami.












