Luwu Timur – Kontingen Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Luwu Timur mencatatkan sejarah dengan tampil perdana pada ajang bergengsi National Firefighter Skill Competition (NFSC) Tahun 2026.

Kompetisi tingkat nasional yang berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari Minggu (26/04/2026) hingga Rabu (29/04/2026) tersebut, dipusatkan di kawasan bersejarah Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumatera Selatan.

Kegiatan berskala nasional ini diikuti oleh perwakilan dari sekitar 50 kabupaten/kota di seluruh penjuru Indonesia.

Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi sengit, tetapi juga wadah utama untuk menguji kemampuan taktis serta keterampilan fisik para pahlawan penakluk api dari berbagai daerah.

Pelaksanaan NFSC 2026 ini dirangkaikan secara khusus dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Seluruh rangkaian perayaan dan kompetisi ini resmi ditutup oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, pada Kamis (30/04/2026).

Sepanjang kompetisi, kontingen Damkar Luwu Timur berpartisipasi dalam tiga kategori lomba utama, yakni Hose Laying, Survival Team, dan Ladder Pitching.

Meskipun berstatus sebagai peserta debutan, tim kebanggaan Luwu Timur ini sukses menyajikan performa yang sangat membanggakan.

Mereka berhasil mengamankan peringkat ke-12 pada kategori Survival Team dan menduduki peringkat ke-13 nasional pada kategori Ladder Pitching, bersaing ketat dengan puluhan peserta berpengalaman lainnya.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Luwu Timur, Guntur Hafid, mengungkapkan bahwa keikutsertaan personelnya dalam NFSC bukan semata-mata untuk memburu piala atau gelar juara.

Lebih dari itu, ajang ini dinilai sebagai sarana krusial untuk menambah jam terbang sekaligus mengukur kapasitas personel dalam menghadapi kondisi lapangan yang sesungguhnya.

“Melalui ajang ini, kami ingin mengasah keterampilan teknis dan memperkuat soliditas kerja sama tim. Harapannya, standar profesionalisme petugas dapat meningkat pesat, baik dari segi kecepatan, ketepatan, hingga kemampuan mengambil keputusan secara akurat di tengah kondisi yang sangat kritis,” ujar Guntur Hafid.

Guntur memberikan apresiasi tinggi atas mentalitas para personelnya yang tetap tampil percaya diri meski ini adalah pengalaman pertama mereka di panggung nasional.

Hebatnya, kontingen Damkar Luwu Timur sukses mengungguli poin dari sejumlah perwakilan daerah lain yang sudah memiliki rekam jejak panjang dan rutin berpartisipasi di kompetisi serupa.

“Kami sangat bersyukur. Meskipun ini adalah pengalaman pertama, para personel tidak terlihat grogi dan mampu memberikan perlawanan yang kompetitif. Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus diikuti guna meningkatkan ketangkasan teknis dalam pemadaman, evakuasi penyelamatan, dan penanganan keadaan gawat darurat, sekaligus mempererat kekompakan regu,” harap Guntur.

Capaian positif pada partisipasi perdana ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal bagi Damkar Luwu Timur untuk terus mendongkrak kapasitas serta kualitas layanan publik.

Kesiapsiagaan petugas yang andal sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam memitigasi dan merespons berbagai potensi bencana atau situasi darurat di wilayah tersebut.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *