Ragam – Perusahaan ritel terkemuka PT Matahari Department Store Tbk (berkode saham LPPF) kini resmi menanggalkan identitas lamanya.
Para pemegang saham telah bersepakat untuk mengubah nama entitas tersebut menjadi PT MDS Retailing Tbk melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Rabu (15/04/2026).
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipublikasikan pada Jumat (17/04/2026), keputusan tersebut mendapatkan restu dari sekitar 93,18 persen suara yang hadir, atau setara dengan 1.588.241.118 saham.
“Menyetujui perubahan nama Perseroan dari PT Matahari Department Store Tbk menjadi PT MDS Retailing Tbk,” tulis ringkasan risalah RUPSLB LPPF dari Keterbukaan Informasi.
Dalam ketentuannya, apabila usulan identitas baru ini kelak tidak mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM atau otoritas berwenang, dewan direksi dan komisaris diberi mandat penuh untuk menetapkan nama alternatif tanpa perlu menggelar RUPS tambahan.
Selain perombakan nama, agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di waktu yang sama juga membawa kabar gembira bagi para investor.
LPPF dijadwalkan membagikan dividen tunai sebesar Rp250 per lembar saham, yang diambil dari laba bersih tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp556,81 miliar.
Terkait tenggat waktu dan daftar penerima keuntungan ini, risalah rapat perseroan memberikan penegasan yang jelas.
“Dividen final akan dibagikan kepada Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 27 April 2026 sampai dengan pukul 16.00 WIB,” jelas pengumuman resmi tersebut.
Adapun pencatatan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada Kamis (23/04/2026), sedangkan pencairan dana ke rekening pemegang saham akan dilakukan pada Senin (04/05/2026).
Rapat krusial ini juga menyetujui langkah perusahaan untuk menarik kembali 31.000.000 lembar saham.
Seluruh saham tersebut merupakan hasil dari program pembelian kembali (buyback) yang telah dieksekusi oleh perseroan hingga Kamis (09/04/2026) lalu, melalui skema penurunan modal ditempatkan dan disetor.
Manajemen PT Matahari Department Store Tbk sebelumnya telah menjelaskan secara rinci tujuan dari aksi korporasi yang menelan dana internal maksimal Rp150 miliar tersebut.
Lebih lanjut, pihak manajemen juga menjamin bahwa rentetan aksi buyback ini tidak akan membebani arus kas operasional maupun melonggarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi berbagai kewajiban keuangan di masa depan.
Seiring dengan diumumkannya berbagai kebijakan strategis tersebut, saham LPPF langsung menunjukkan sentimen positif di lantai bursa.
Pada penutupan perdagangan menjelang akhir pekan lalu, harga saham perusahaan ritel ini menguat 1,3 persen dan menetap di angka Rp1.950 per lembarnya.





