Universitas Mega Buana Palopo resmi melepas 692 lulusan tenaga kesehatan profesional dalam wisuda ke-17. Simak momen khidmat dan pesan inspiratif bagi para wisudawan.

Pendidikan – Kota Palopo kembali menyumbangkan ratusan tenaga kesehatan profesional yang siap terjun ke tengah masyarakat.

Pencapaian ini ditandai dengan suksesnya Universitas Mega Buana (UMB) Palopo menggelar prosesi Rapat Senat Akademik Wisuda Program Profesi Angkatan XVII Periode I Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan perayaan Dies Natalis ke-17.

Acara penuh khidmat tersebut berlangsung megah di Gedung Saodenrae Convention Centre (SCC) pada Senin (22/06/2026).

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo, Zulkifli Halid, hadir mewakili jajaran pemerintah kota untuk memberikan penghormatan dalam momen bersejarah tersebut.

Kehadiran perwakilan pemerintah daerah ini menjadi bentuk dukungan langsung terhadap eksistensi kampus yang telah belasan tahun mencerdaskan anak bangsa.

Rektor UMB Palopo, Prof Nilawati Uly, memaparkan bahwa peringatan usia ke-17 ini menjadi tonggak penting bagi institusi pendidikan yang dipimpinnya.

Menurutnya, seremoni ini bukan sekadar rutinitas perayaan bertambahnya umur kampus, melainkan wujud nyata kontribusi universitas dalam melahirkan sumber daya manusia yang mumpuni.

“Ini merupakan momentum yang sangat bermakna. Kita tidak hanya merayakan usia yang ketujuh belas, tapi juga merayakan lahirnya para tenaga profesional yang siap mengabdi di masyarakat dengan ilmu dan kompetensi yang terbaik,” ucap Prof Nilawati Uly di hadapan ribuan hadirin.

Secara rinci, UMB Palopo resmi melepas 692 orang lulusan dari program profesi pada angkatan ini.

Jumlah tersebut didominasi oleh 634 lulusan dari profesi kebidanan, disusul oleh 58 lulusan program profesi Ners.

Tidak hanya menang dari segi kuantitas, prestasi akademik para wisudawan juga terbilang luar biasa.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata menyentuh angka 3,91, di mana nilai terendah berada pada angka 3,50 dan torehan tertinggi mencapai nilai sempurna 4,0.

Daya tarik UMB Palopo sebagai pusat pendidikan tinggi juga semakin tak terbantahkan.

Hal ini dibuktikan dari latar belakang demografi para lulusan yang berasal dari berbagai penjuru nusantara, membentang dari Sulawesi Selatan, Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku, hingga menjangkau berbagai wilayah pemekaran di Papua.

Melihat sepak terjang kampus tersebut, Zulkifli Halid menyampaikan apresiasi yang sangat besar atas transformasi UMB Palopo menjadi salah satu perguruan tinggi paling terkemuka di kawasan Sulawesi.

Meski demikian, Zulkifli mengingatkan agar seluruh sivitas akademika tidak lekas berpuas diri dengan deretan prestasi yang telah diraih.

Pemerintah menaruh harapan besar agar ke depannya program riset, inovasi, serta pengabdian masyarakat yang digagas kampus dapat semakin terkoneksi dengan kebutuhan riil warga Palopo.

Zulkifli menegaskan bahwa tantangan pembangunan mutlak membutuhkan kolaborasi dan sinergi solid antara elemen kepemerintahan, dunia usaha, institusi pendidikan, dan elemen kemasyarakatan.

Tak lupa, Zulkifli menitipkan pesan inspiratif kepada para sarjana baru agar terus menebar manfaat.

Kelak, masyarakat akan menilai dedikasi para lulusan dari jejak karya yang diberikan, bukan semata dari menterengnya rentetan gelar di belakang nama.

Para wisudawan didorong untuk terus belajar, berinovasi, bekerja profesional, namun tetap menjaga sifat rendah hati.

Rangkaian acara wisuda ini turut disaksikan oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala LLDIKTI Wilayah IX SultanBatara, Andi Lukman.

Hadir pula jajaran Forkopimda Palopo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Pembina Yayasan UMB, jajaran senat akademik, serta para orang tua wisudawan yang larut dalam suasana haru nan membanggakan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *