Morowali Utara – Sorotan publik terhadap aktivitas pertambangan PT Suryamindo Perkasa (SAP) di Desa Tamainusi, Kecamatan Soyo Jaya, kini memunculkan persoalan baru.
Seorang warga setempat mengaku mengalami intimidasi dari oknum anggota DPRD Morowali Utara setelah aktivitas tambang perusahaan tersebut menjadi objek peliputan media.
Peristiwa yang disebut terjadi pada Jumat (5/6/2026) itu menambah polemik di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap dugaan berbagai persoalan lingkungan dan tata kelola pertambangan di wilayah Tamainusi. Warga bernama Jais mengaku didatangi oleh anggota DPRD Morowali Utara Ahmad Daeng Mamali alias Tonggong yang mempertanyakan keterlibatannya dalam proses peliputan aktivitas tambang PT SAP.
Menurut keterangan sejumlah warga, kedatangan legislator tersebut berlangsung dalam suasana tegang. Jais disebut ditanyai terkait keberadaan wartawan yang melakukan dokumentasi aktivitas pertambangan di kawasan tersebut. Sikap yang ditunjukkan oknum legislator itu kemudian memunculkan persepsi adanya upaya tekanan terhadap warga yang dianggap membantu proses peliputan.
Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi tidak lama setelah media memberitakan hasil investigasi mengenai aktivitas penambangan dan pengapalan ore nikel PT SAP di Desa Tamainusi. Publik pun mempertanyakan alasan di balik kemarahan yang ditunjukkan oknum anggota DPRD tersebut, terutama karena aktivitas jurnalistik merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang dijamin undang-undang.
Sejumlah warga menilai peristiwa tersebut justru memperkuat dugaan adanya kepentingan tertentu di balik aktivitas pertambangan yang selama ini menjadi sorotan.
Mereka berharap aparat penegak hukum dan pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap dugaan intimidasi tersebut agar masyarakat tidak merasa takut menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Di sisi lain, aktivitas PT SAP sendiri masih terus menjadi perbincangan. Berbagai pihak mempertanyakan kepatuhan perusahaan terhadap aspek lingkungan, termasuk dugaan kerusakan bentang alam, pengelolaan limbah tambang, hingga dampaknya terhadap infrastruktur jalan yang digunakan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Ahmad Daeng Mamali belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan media. Sementara itu, pihak PT Suryamindo Perkasa juga belum memberikan penjelasan substantif terkait berbagai persoalan yang menjadi sorotan masyarakat.
Peristiwa dugaan intimidasi terhadap warga tersebut menambah daftar pertanyaan yang perlu dijawab secara terbuka, baik terkait aktivitas pertambangan di Tamainusi maupun dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan terhadap operasional tambang di wilayah tersebut.
