Nasional – Keputusan strategis kembali ditunjukkan oleh jajaran eksekutif dalam merangkul representasi kaum pekerja ke dalam struktur pemerintahan.

Presiden Prabowo Subianto secara sah mengangkat tokoh pergerakan buruh, Said Iqbal, untuk mengisi posisi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Prosesi pengukuhan kenegaraan ini dilangsungkan dengan khidmat di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin (08/06/2026).

Pengangkatan figur sentral yang selama ini vokal mengadvokasi penghapusan sistem alih daya (outsourcing) tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 58/P Tahun 2026.

Di hadapan kepala negara, sang penasihat baru melafalkan ikrar janjinya dengan tegas saat prosesi pengambilan sumpah jabatan.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Said Iqbal mengikuti tuntunan dari Presiden Prabowo.

Kabar merapatnya petinggi serikat pekerja ini ke lingkaran Istana sebenarnya sudah terendus dari jauh hari.

Menteri Sekretariat Presiden, Prasetyo Hadi, sebelumnya sempat memberikan sinyal terkait penarikan figur yang memiliki jam terbang tinggi di isu tenaga kerja tersebut ke dalam kabinet pemerintahan.

Rekam jejak pria kelahiran Jakarta ini di dunia perburuhan terbilang sangat solid. Ia memiliki latar belakang pendidikan dari jurusan Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia dan Universitas Jayabaya, lalu menuntaskan studi pascasarjana bidang Ekonomi di Universitas Indonesia.

Karier lapangannya dirintis sejak tahun 1992 ketika ia dipercaya memimpin serikat pekerja di sebuah pabrik elektronik di kawasan Bekasi.

Berkat konsistensinya, ia sukses mengemban berbagai posisi puncak berskala nasional hingga internasional.

Ia pernah menakhodai Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Di ranah global, kiprahnya tercatat dalam keanggotaan Central Committee International Metalworkers Federation (IMF), menjadi Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC), hingga masuk dalam jajaran kepengurusan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Saat ini, ia juga menduduki kepemimpinan tertinggi sebagai Presiden Partai Buruh.

Pada momen pelantikan sore hari tersebut, Istana Negara rupanya tidak hanya mengukuhkan perwakilan dari sektor ketenagakerjaan. Pemerintah turut melantik jajaran pimpinan lembaga yang berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026, Nanik Sudaryati Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Kepemimpinan instansi baru ini akan diperkuat oleh dua sosok wakilnya, yakni Agustina Arumsari dan Trenggono.

Rangkaian acara pengucapan sumpah dan penandatanganan berita acara ini disaksikan oleh deretan petinggi negara.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming tampak hadir mendampingi, diikuti oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, hingga Panglima TNI Agus Subiyanto serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang turut memberikan ucapan selamat di penghujung acara.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *