Palopo — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo menggelar razia gabungan dan tes urine terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP), Senin (21/9/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WITA tersebut dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus memastikan kondisi kamar hunian tetap aman dan bebas dari barang-barang terlarang.

Razia melibatkan 93 personel gabungan, terdiri dari 53 personel Lapas Kelas IIA Palopo, 19 personel Polres Palopo, lima personel BKO Brimob Peleton 1 Kompi 1 Batalyon D Pelopor Posko Mancani Kota Palopo, lima personel Kodim 1403 Palopo, serta 11 personel BNNK Palopo.

Petugas melakukan pemeriksaan badan terhadap WBP secara satu per satu, kemudian dilanjutkan dengan penggeledahan kamar hunian.

Sebanyak 10 kamar diperiksa, yakni Blok A Kamar 5 dan 7, Blok B Kamar 2 dan 4, Blok C Kamar 5 dan 8, Blok D Kamar 7 dan 4, serta Blok E Kamar 1 dan 3.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian. Barang tersebut antara lain sembilan sendok besi, enam alat cukur, tiga gelas kaca, dua piring kaca, dua botol besi, satu kartu domino, dua terminal listrik rakitan, tali celana, dan besi.

Sementara itu, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba dalam razia tersebut.

Seluruh barang hasil temuan kemudian diamankan untuk dilakukan inventarisasi dan pendataan sebelum dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain penggeledahan, Lapas Kelas IIA Palopo bersama BNNK Palopo juga melakukan tes urine terhadap 35 WBP. Dari total 747 WBP, seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif.

Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, mengatakan razia rutin dengan melibatkan lintas instansi merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melakukan deteksi dini dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Sinergi dengan TNI, Polri, BNNK, dan seluruh jajaran menjadi kekuatan bersama untuk memastikan Lapas Palopo tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Jose Quelo.

Menurutnya, pengawasan terhadap lingkungan Lapas akan terus dilakukan secara berkala. Pengawasan tidak hanya menyasar kamar hunian, tetapi juga kondisi sarana pengamanan dan aktivitas warga binaan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas turut memeriksa kondisi teralis, branggang, serta tembok keliling Lapas guna memastikan seluruh unsur pengamanan fisik berfungsi dengan baik.

Razia gabungan dan tes urine berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Palopo dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *